Mengenal Libra, Mata uang digital keluaran Facebook

Mata uang digital atau yang biasa dikenal sebagai cryptocurrencies masih terus bermunculan bermunculan walaupun keabsahannya masih menjadi kontroversi dibanyak negara, salah satunya Indonesia.

Beberapa hari lalu perusahaan raksasa jejaring sosial Facebook Inc.mengenalkan mata uang digital baru bernama Libra. Kehadiran Libra membuat mata uang kripto semakin populer. Facebook pun sangat ambisius untuk meluncurkan mata uang ini, Facebook telah mengenalkan Libra ini ke publik dan rencananya pada tahun 2020 seluruh seluruh sistem mata uang digital ini bisa berjalan secara global.

Facebook sebagai raksasa Silicon Valley dengan miliaran pengguna didunia diyakini dapat membantu melegitimasi pasar mata uang kripto yang selama ini masih sangat kecil dan labil. saat peluncuran Libra tak ayal membuat sejumlah negara termasuk Indonesia pun bersiap-siap untuk mengeluarkan kebijakan baru seputar penggunaan mata uang digital.

Namun Hingga saat ini, Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa uang yang sah dan diakui oleh undang-undang (UU) untuk alat pembayaran adalah rupiah. Dengan begitu penggunaan mata uang digital seperti bitcoin, litecoin, ethereum bersifat ilegal, namun walaupun demikian penggunaan mata uang digital masih banyak dipakai untuk proses transaksi di internet oleh sebagian kalangan.

Apa perbedaan Libra dan Bitcoin ?

jika dilihat dari segi penggunaan, Libra adalah alat pertukaran di mana penggunanya bisa mengirimkan uang serta transaksi lain dengan sangat mudah. Di sisi lain, Bitcoin berupaya untuk menjadi platform yang menfasilitasi transaksi, dan lebih sering dipakai untuk berinvestasi

Libra Didukung oleh banyak pemain besar

upayanya untuk masuk ke pasar publik, Libra langsung menggandeng banyak perusahaan besar termasuk Mastercard, Uber, Visa, sementara bitcoin sampai saat ini masih belum sempurna atau masih dalam tahap pengembangan

Biaya transaksi Libra yang rendah dan kemudahan serta kecepatan saat melakukan transaksi akan menjadi daya tarik publik untuk beralih menggunakan Libra. Sementara Bitcoin di sisi lain, kecepatan transaksinya jutsru lebih lambat dan mahal dalam melakukan transaksi.

“Libra dimaksudkan untuk dibangun dari bawah ke atas agar cepat dan murah ketika bertransaksi. Berbeda dengan bitcoin yang cenderung masih mahal diperdagangkan,” ujar analis Canaccord Genuity Michael Graham

Ketidakpastian nilai harga

Untuk memperdagangkan bitcoin bukan hal yang mudah, memerlukan keberanian yang tinggi lantaran sifatnya yang penuh dengan ketidakpastian.

Hal tersebut dikarenakan bitcoin tidak diatur oleh otoritas manapun dan hidup di jaringan yang terdesentralisasi, sehingga sangat rentan dengan perubahan harga. Sementara, saat ini Libra didukung oleh mata uang seperti dollar AS maupun euro yang dipercaya akan menstabilkan mata uang Libra sendiri dan didukung oleh nilai tukar dan surat utang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *